Pidato Bahasa Indonesia Yang Baik Itu ??

Berikut adalah metode, jenis pidato dan bagaiman pidato bahasa indonesia yang baik dan benar baik untuk pidato bahasa sunda , pidato perpisahan, pidato hari pendidikan nasional, pidato tentang perpisahan, pidato bahasa indonesia, pidato bahasa sunda singkat, pidato bahasa arab, pidato perpisahan kelas 6, pidato perpisahan bahasa sunda, pidato bahasa inggris, pidato perpisahan sekolah, pidato bahasa sunda tentang perpisahan, pidato sunda singkat, pidato tentang ibu, pidato tentang kenakalan remaja, pidato bahasa sunda tentang pendidikan, pidato tts, pidato tentang narkoba, pidato perpisahan singkat, pidato hari pendidikan nasional 2018

B. 4 Metode Pidato

Ada 4 metode yang dikenaïl dalam penyampalan pidato:

a. Jmpromtu
Metode jenis ini adalah metode penyampaian pidato tanpa persiapan, bisa dibilang pidato tersebut dilakukan secara mendadak (spontan), sehingga tidak ada persiapan yang matang, yang ada hanyalah mengandalkan pengalaman dan wawasan sendiri. Dalam metode ini, pembicaraan menggunakan cara spontanitas (improvisasi). Biasanya. metode ini digunakan untuk pidato yang sifatnya mendadak
dan disajikan menurut kebutuhan saat itu.

Mungkin penyarnpaian pidato jenis ini akan berpeluang besar untuk gaga] (karena tidak ada persiapan). alcan tetapi banyak orang yang malah lebih terpacu dalarn pidato jenis ini. Ja dalam keadaan Icepepet” sehingga semangatnya terpacu sedemikian rupa untuk menyampaikan pengetahuan yang ja ketahui.

Kelebihan dañ metode ini adalah, bahasayang digunakan singkat dan cenderung bebas, seolah tengah bercerita tentang kisah hidupnya, sehingga pendengar tjdak merasa bosan. Begitu juga dengan pembicara yang tidak terpaku pada teks atau naskah pidato. ja bebas menentukan topik
atau pembahasan yang ja anggap bisa membawakannya. 

Akan tetapi. meskipun Anda bebas dalam memiih topik. tetapi topik yang Anda p11th tersebut sebailcnya sesuai dengan tema atau kondisi acara. Untuk kelemahannya sendiri, pembicara dalam pidato jenis ini cenderung mengalami lupa atau berusaha untuk berpilcir apa yang harus dia ucapkan seLanjutnya. karena memang metode jenis mi tidak ada persiapan sama sekali dan bersifat mendadak. Selain itu, isi pidato yang dibawakan berbelit-belit dan tidak sistematis.


pidato perpisahan, pidato hari pendidikan nasional, pidato tentang perpisahan, pidato bahasa indonesia, pidato bahasa sunda singkat, pidato bahasa arab, pidato perpisahan kelas 6, pidato perpisahan bahasa sunda, pidato bahasa inggris, pidato perpisahan sekolah, pidato bahasa sunda tentang perpisahan, pidato sunda singkat pidato tentang ibu, pidato tentang kenakalan remaja, pidato bahasa sunda tentang pendidikan, pidato tts, pidato tentang narkoba, pidato perpisahan singkat, pidato hari pendidikan nasional 2018


b. Ekstemporan

Metode pidato ekstemporan merupakan teknik berpidato dengan menjabarkan maten yang terpola.
Maksud terpola yaitu. maten yang akan disampaikan hams dipersiapkan garis besarnya dengan menuliskan hal-hal yang di anggap penting. Bisa jadi. sang pembicara menipergunakan skema dan menulis kata atau point- point penting pada secarik kertas kecil. Jika Anda akan membawakan topik pidato tentang lingkungan. maka daLam metode ini Anda mengambil beberapa garis besar yang mesti Anda sampaikan tanpa membuat naskah pidato yang utuh, tetapi hanya berupa catatan kecil yang berisi garis besar yang akan Anda sampaikan. Seperti misalnya. keadaan lingkungan di Yogyakarta saat ini. penyebab pencemaran lingkungan. faktor manusia dan alam, dan garis besar lainnya, sehingga Anda memiliki gambaran besar pembahasan yang akan Anda sampaikan.
dan biasanya ini akan membuat pidato Anda menjadi terurut dan sistematis. Selain itu. Anda tidak terpaku pada teks, lantaran Anda bisa berpikir sendiri tentang isi pembahasan.
sehingga akan terjadi kontak mata dengan para pendengar.

Melihat catatan kecil (Q-card) umumnya digunakan oleh MC (Master of Ceremony), karena efektif dan sangat membantu. Akantetapi. untuk pidato sendiri beberapa orang akan mengalami kesulitan karena ia hanya mengetahui garis besarnya saja karena MC tidak seperti pidato yang memiliki
pembahasan yang lumavan Lebih panjang). Anda bisa saja terlihat seperti tidak ada persiapan karena sering ‘melamun’ untuk berpikir apa kira-kira penjabaran atau isi dan garis besar yang sudah Anda buat..

c. Naskah
Metode pidato jenis ¡ni tergolong metode yang mudah, karena Anda tinggal membaca teks naskah yang sudah disiapkan sebelumnya. Metode ¡ni biasanya digunakan dalam pidato resmi di mana pembicara selalu membaca naskah yang telah dipersiapkan sebelumnya. Cara mi dilakukan agar tidak terjadi kekeliruan, karena setiap kata yang diucapkan dalam situasi resmi alcan disebarluaskan dan dijadikan figur masyarakat seria dikutip oleh media massa. Contoh dañ metode ini adalah, pidato
saat Han Raya Idulfltri ataupun pidato kepresidenan. di mana yang berpidato biasanya sudah dipersiapkan naskah yang terkait dengan acara tersebut. Pidato terencana. lengkap. sistematis. merupakan kelebihan dalam metode ini, hanya saja para pendengar akan cepat bosan dan interaksi dengan pendengar kur-ang dan terlihat kaku karena mata pembic-ara selalu melihat naskah.

Hal yang bisa Anda lakukan agar pendengar tidak bosan adalah dengan tidak terpaku pada teks. Anda harus menjaga kontak mata dengan pendengar dan menyeimbangkan antara membaca naskah dengan perhatian kependengar.

d. Menghafal (tanpa teks)

Metode ini bisa dilakukan dengan cara menghafal teks atau naskah pidato yang sudah dibuat terlebih dahulu. Bagi yang otaknya berbakat untuk hafal-menghafal. mungkin metode ini alcan sangat mudah baginya. ¡a tinggal membuat naskah yang kemudian dihafal dan disampaikan saat pidato. Sayangnya tidak semua orang memilild bakat menghafal, kaiaupun la bisa menghafai. saat perpidato la sering lupa dan berusaha untuk mengingat apa yang sudah dia halai, akibatnya ini akan terlihat tidak alami. Cobalah untuk menghafal naskah dengan balk sambli latihan dengan gerak tubuh ataupun ekspresi wajah yang sesuai. sehingga pidato terlihat alami dan memesona pendengar.

C. Jenis-Jenis Pidato
Sebenarnya ada banyak jenis pidato, tetapi sec-ara umum terdapat dua jenis pidato, yaitu pidato resmi dan pidato santal alias tidak resmi. Melihat dan judulnya. Anda pasti sudah tahu bagaimana bentuk pidato resmi dan bagaimana bentuk pidato tidak resmi. Tetapi untuk memperjelas, berikut penulis paparkan sedikit pembahasannya.

Pertama, Pidato Resmi. Jika Anda membawakan pidato dalam jenis ini, Anda akan dituntut untuk mempersiapkan din dengan matang. karena pidato resmi ini dilakukan di acara formal dan pendengar yang hadir pun bukanlah pendengar biasa, akan tetapi blasa dihadiri oleh pejabat. orang terkemuka, ataupun orang-orang penting.

Selain persiapan, hal lain yang hams Anda perhatikan adalah pemakalan busana. Sebaiknya Anda memakai busana yang resmi dan sesuai dengan karakteristik acara. Jika acara tersebut adalah acara pelantikan pejabat, Anda sebaiknya memakai batik ataupun baju formal seperti jas ataupun kemeja. Dalam ac-an resmi biasanya Anda tidak dituntut terlalu banyak memberikan candaan, karena candaan biasanya dilakukan pada acara-acara santal, meskipun ada juga yang melakukannya pada acara resmi.


Contoh dan pidato resmi ini adalab pidato dalam ac-ara-cara penting seperti pelantikan pejabat pernikahan1 peringatan ulang tahun suatu perusahaan, pidato politik. dan lain sebagainya. Keduc, Pidato Santai. Berbeda halnya dengan pidato resmi, pidato santai biasanya tidak terlalu menuntut Anda untuk berpakaian formaL tetapi bagaimanapun juga, Anda sebagai pembicara sudah seharusnya memakai pakaian yang sopan dan enak dipandang pendengar. Biasanya Anda hanya dituntut untuk
menghibur pendengar tetapi mengandung pesan-pesan. Dalam hal mL Anda bisa melontarkan candaan dan saling berbicara dengan pendengar Anda. Misalnya berpidato dalam acara pernikahan kecil-kedilan. pertemuan dua suku, ulang tahun anak. ataupun dalam acara seminar sekolah yang tidak begitu formal.

D. Pidato yang Baik itu...?
Lintuk meneruskan judul di atas, cobalah baca beberapa hat dibawah ini. Pertorno, pidato yang memiliki tujuan. Setiap pidato harus memiliki tujuan. yaitu apa yang mau dicapai. Tujuan ini harus
dirumuskan dalam satu dua pikiran pokok. Dalam membawakan pidato. tujuan ini hendaknya sering diulang dalam rumusan yang berbeda. supaya pendengar tidak kehilangan benang merah selama mendengarkan pidato. Dalam satu pidato tidak boleh disodorkan tenlalu banyak tujuan dan pikiran pokok. lebih baik disodorkan satu pikiran dan tujuan yang jelas sehingga mudah diingat. danipada sepuluh pikiran yang tidak jelas dan mudah dilupakan.


Kedua, pidato yang jetas. Pidato yang balk adalah pidato yang jelas dan bisa dipahami dengan balk oleh pendengar. Orang yang banyak ‘tersandung’ dalam hal ¡ni adalah orang yang tidak memiliki persiapan sebelumnya sedang la disodorkan sebuah naskah untuk disampaikan. Dalam hal ini. la tidak memiliki kesempatan yang cukup untuk memahami masalah atau isi pidato dan tidak bisa memasukkan gagasan dan pendapatnya sendiri. 

Bagaimana pendengar bisa paham jika sang pembicaranya sendiri tidak paharn atas apa yang dibacanya. 

Theodor Heuss blasa menghabiskan banyak waktunya untuk memperbaild formulasi pidato yang telah ditulisnya. Hal ini. la lakukan untuk menghindarkan salah pengertian atau salah tangkap dañ para pendengar. Ketiga. pidato yang hidup. Sebuah pidato yang balk adalah pidato yang hidup. Bukan pidato yang disampaikan dengan cara yang ‘muram’ Iemah gemulai seperti tidak ada gairah hidup dan membuat pendengar mendengkur dan bosan.

Untuk menghidupkan pidato dapat dilakukan dengan penyampaian yang tegas dan semangat, sehingga perhatlan pendengar akan terpusat ke pembicara. Akan tetapi, perlu diingat bahwa keadaan tersebut juga harus disesualkan dengan kondisi acara. jika Anda berpidato dalam acara kematian keluarga. inaka tidak mungkin Anda berpidato dengan sangat semangatnya sementara semua pendengar menangis karena tengah inengalami duka yang mendalam. 

Selain dengan suara dan mimik yang tegas. untuk menghidupkan pidato Anda juga bisa menianfaatkan cerita pendek. kisah nyata. kutipan. atau kejadian-kejadian yang relevan sehingga memancing perhatian pendengar. Pidato yang hidup dan menarik umumnya diawali dengan ilustrasi, kemudian ditampilkan pengertian-pengertian abstrak atau defenisi.

Keempat. pidato yang saklik. Pidato yang balk itt adalah pidato yang sakilk. Yakni pidato yang terdengar bagus lantaran adanya kesinambungan antara isi pidato dengan cara penyampaian dan pendapat si pembicara itu sendiri sehingga tidak terjadi pertentangan. Cara penyampaian yang bagus bukan berarti harus memasukkan banyak kata-kata ‘bermajas’. Kelima, pidato yang memiliki klimaks. Berusalah untuk menciptakan titik puncak dalarn pidato untuk mernperbesar ketegangan dan rasa ingin tahu pendengar. Jika tidak ada 66k puncak pidato yangAnda bawakan tersebut akan terdengar biasa saja. Oleh karena itu, penting adanya klimaks ini. Selama masa persiapan. titik puncak harus dirumuskan sebaik dan sejelas mungkin. Biasanya ketegangan dan rasa ingin tahu pendengar ini bisa diciptakan di pembukaan ataupun di penutup pidato. 

Hal yang perlu diperhatikan, bahwa klimaks itt harus muncul secara organis dan dalam pidato itu sendiri, bukan karena mengharapkan tepuk tangan yang nub dan para pendengat Keenarn, pidato yang memiiki pengulangan. Pengulangan redundans itt penting karena dapat memperkuat isi pidato
dan memperjelas pengertian pendengat Pengulangan juga menyebabkan pokok-pokok pidato tidak segera dilupakan. Suatu pengulangan yang dirumuskan secara balk akan membenikan efek yang besar dalam ingatan para pendengar. Tetapi yang penlu diperhatikan adalah, pengulangan tersebut berlaku untuk pengulangan isi pesan, bukan penguiangan rumusan. Ini berar isi dan arti tetap sama. akan tetapi dirumuskan dengan menggunakan bahasa yang berbeda. Jika terus melakukan pengulangan dengan rumusan dan kata-kata yang sarna, hal ini akan membuat pendengar bosan. kecuali beberapa pengulangan Ketujuh, pidato yang berisi hal-hal yang me.narik. Memunculkan hal-hal yang mengejutkan dalam pidato berarti menciptakan hubungan yang baru dan menarik antara kenyataan kenyataan yang dalam situasi blasa tidak dapat dilihat. Hal-hal yang mengejutkan itu dapat menimbulkan ketegangan yang menarik dan rasa ingintahuyangbesar. tetapi tidak dirnaksudkan
sebagai sensasi. 

Sesuatu itu mengejutkan karena mungkin belum pernah ada dan terjadi sebelumnya, atau karena meskipun masalahnya biasa dan terkenal, tetapi ditempatkan di daam konteks yang barn dan
menarik. Kedelapan. pidato yang dibatasi. Voltaire mengatakan. “Rahasia membuatpendengarmerasa bosan ialah menyampaikan segala sesuatu dalam satu pidato!” Jadi, jika Anda tidak ingin membuat pidato Anda bosan, jangan berpidato terlalu panjang. akan tetapi hendaknya dibatasi untuk sekadar penyampaian pesan utama Mark Twain menceritakan bahwa ia pernah pergi ke gereja untuk mendengarkan khotbah tentang misi. Sebelum pendeta mutai berkotbah, ía berpildr untuk mendermakan lima dolar Tetapi setelah kotbah itu berlangsung satu jam. Mark Twain memutuskan untuk meniberi setengah dolar, dan karena ternyata pendeta memperpanjang lagi khotbahnya selama sato jam, berarti khotbah itu berlangsung selama dua jam. Pada akhir upacara. Mark Twain bukannya memberi derma, tetapi justru mengambil satu dolar dan kotak derma. Alasannya sangat sederhana, «Dia berkhotbah terlalu lama. sehingga menyita wak-tu saya Waktu adalah uang. Jadi harus dibayar!”
Bukan masalah bagaimana Mark Twain mengambil uang dan kotak derma, alcan tetapi lebift kepada kebosanannya Lantaran mendengarkan pidato yang terlalu panjang. Begitu jugalah yang dirasakan oleh pendengar jika Anda berpidato terla1u lama dan tidak dibatasi.

Kesembilan, pidato yang mengandung humor. Humor dalam pidato itu perlu. hanya saja tidak boleh terlalu banyak. karena akan memberi kesan bahwa pembicara tidak bersungguh sungguh. Humor itu dapat menghidupkan pidato dan membeni kesan yang tak terlupakan pada para pendengar. Humor dapat juga menyegarkan pilciran pendengar, sehingga mencurahkan perhatian yang Iebih besar kepada pidato selanjutnya Kesepzsiuh. bahasa yang sesuai. Bahasa yang Anda gunakan dalam pidato harus sesuai dengan pendengar Anda. Penggunaan bahasa pada pendengar murid SD, mahasiswa. orang dewasa, ibu-ibu rumah tangga. dan pejabat akan berbeda. Anda perlu mengenali pendengar Anda terlebih dahulu, apakah itu terkait dengan usia, pengetahuan. jenis kelaznin, jenis pekerjaan atau profesi. dan lain sebagainya sehingga pesan yang Anda sampaikan akan terserap dengan cepat oleh pendengar.

Demikian jenis pidato dan bagaiman pidato bahasa indonesia yang baik dan benar baik untuk pidato bahasa sunda
pidato perpisahan, pidato hari pendidikan nasional, pidato tentang perpisahan, pidato bahasa indonesia, pidato bahasa sunda singkat, pidato bahasa arab, pidato perpisahan kelas 6, pidato perpisahan bahasa sunda, pidato bahasa inggris, pidato perpisahan sekolah, pidato bahasa sunda tentang perpisahan, pidato sunda singkat
pidato tentang ibu, pidato tentang kenakalan remaja, pidato bahasa sunda tentang pendidikan, pidato tts, pidato tentang narkoba, pidato perpisahan singkat, pidato hari pendidikan nasional 2018

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel